Momen inersia (Satuan SI : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Momen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut, dan beberapa besaran lain. Meskipun pembahasan skalar terhadap momen inersia, pembahasan menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sistem yang lebih rumit seperti gerakan giroskopik.
Besarnya momen inersia sebuah partikel yang berotasi dengan jari-jari R seperti pada Gambar :
didefinisikan sebagai hasil kali massa dengan kuadrat jari-jarinya. I = m R2. Untuk sistem partikel atau benda tegar memenuhi hubungan berikut.

k adalah nilai konstanta inersia yang besarnya tergantung pada suhu dan bentuk bendanya.
Contoh Soal Beserta penyelesaian :
Silinder pejal berjari-jari 8 cm dan massa 2 kg. Sedangkan bola pejal berjari-jari 5 cm dan massa 4 kg. Jika kedua benda tadi berotasi dengan poros melalui pusatnya maka tentukan perbandingan momen inersia silinder dan bola!
Penyelesaian :
mS = 2 kg, RS = 8 cm = 8.10-2 m
mB = 4 kg, RB = 5 cm = 5.10-2 m
Momen inersia silinder pejal :
IS = mS RS
= ½ . 2 . (8.10-2)2 = 64.10-4 kg m2
Momen inersia bola pejal :IB = mB RB
= 2/5 . 4. (5.10-2)2 = 40.10-4 kg m2
Maka perbandingannya Sebesar :IS / IB = 64.10-4 kg m2 / 40.10-4 kg m2 = 8/5
Momen inersia penampang adalah salah satu parameter geometri yang sangat penting dalam analisis struktur. Untuk penampang yang beraturan, seperti persegi, formula untuk menghitung momen inersia
saya yakin kita sudah hapal di luar kepala, bahkan sambil merem juga bisa.
Formula nenek moyang dari momen inersia terhadap sumbu x adalah:

Kalo untuk sumbu y, yaa tinggal ditukar aja.. y menjadi x, x menjadi y.. gitu aja kok repot. :)
Dari formula dasar itulah kita bisa menurunkan formula momen inersia untuk bentuk geometri apapun!
Bentuk Persegi

Persegi di atas berukuran
, dengan sumbu x terletak pada sumbu netral atau garis berat. Berdasarkan formula dasar
, maka kita harus meninjau sebuah elemen kecil
. Elemen ini mempunyai ukuran
dan
. Sehingga bisa kita tuliskan

Jika kita kumpulkan semua elemen
yang mempunyai nilai
yang sama, maka elemen
, kini menjadi
, sehingga

Karena
bernilai konstan untuk setiap nilai
, kita keluarkan saja
dari kurungan cacing tersebut,

Sekarang, tinggal menentukan batas atas dan batas bawah dari
. Berdasarkan gambar di atas, maka batas bawahnya adalah
dan batas atas adalah
. Sehingga

Kalau diselesaikan,

![I_x \quad = b \bigg[ (\dfrac{h/2}{3})^3 - (\dfrac{-h/2}{3})^3 \bigg] I_x \quad = b \bigg[ (\dfrac{h/2}{3})^3 - (\dfrac{-h/2}{3})^3 \bigg]](http://duniatekniksipil.web.id/wp-content/plugins/easy-latex/cache/tex_d3fd18097a811d2c19c77e02aaf5af98.png)


Wow.. itu kan rumus tutup mata yang tadi udah digosipkan di atas!!
Bagaimana Dengan Momen Inersia Terhadap Bukan Sumbu Netral?
Pertanyaan bagus!! (!?.. yang nanya siapa.. yang jawab siapa…)

Misalnya, pada gambar di atas, kita mau menentukan
tapi sumbu x-x tidak pada garis berat, melainkan seperti pada gambar.
Kembali lagi ke rumus nemoy (nenek moyank)…
, jika dilanjutkan kira-kira akan seperti ini


Stop dulu… (hening)
Kalo diperhatikan… batas bawah dan batas atas integralnya… berbeda..!.


Hohoho… ternyata nilainya lebih besar daripada
terhadap sumbu netral.
Coba kita geser lebuh jauh lagi ke atas. Lihat gambar di bawah.

Mulai dari rumus dasar:

Trus… catat: batas bawah =
, dan batas atas = 
![\begin{array}{rl} I_x &= \int_{y_o}^{y_o+h} by^2 \, dy\\ \\ &= b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{y_o}^{y_o+h} \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \cdot \big[ (y_o + h)^3 - y_o^3 \big] \\ \\ &= \dfrac{b}{3} (y_o^3 + 3y_o^2h + 3y_oh^2 + h^3 - y_o^3) \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \big[3y_oh (y_o + h) + h^3 \big] \\ \\ I_x &= \dfrac{bh^3}{3} + by_oh(y_o+h) \end{array} \begin{array}{rl} I_x &= \int_{y_o}^{y_o+h} by^2 \, dy\\ \\ &= b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{y_o}^{y_o+h} \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \cdot \big[ (y_o + h)^3 - y_o^3 \big] \\ \\ &= \dfrac{b}{3} (y_o^3 + 3y_o^2h + 3y_oh^2 + h^3 - y_o^3) \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \big[3y_oh (y_o + h) + h^3 \big] \\ \\ I_x &= \dfrac{bh^3}{3} + by_oh(y_o+h) \end{array}](http://duniatekniksipil.web.id/wp-content/plugins/easy-latex/cache/tex_4114586fc707965cad119ebb2850e5dd.png)
Hmm.. dimodif dikit boleh nggak?… Kita mau paksain ke bentuk nenek moyang..
. Bijimana caranya?.. simak terus.


Nah… udah kelihatan.
itu kan tidak lain adalah luas persegi, sementara
adalah jarak titik berat ke sumbu momen inersia!.. atau kalo menurut gambar di atas
.
Secara umum bisa dituliskan:

dimana,
adalah momen inersia terhadap sumbu x tertentu
adalah momen inersia terhadap sumbu netral (garis berat)
adalah luas bangun/penampang
adalah jarak dari titik berat ke sumbu momen inersia yang dicari.
Catatan : untuk tinjauan sumbu-y… tinggal ditukar aja kok.. x jadi y, y jadi x.. :)
Udah ah… ntar disambung lagi.. yang penting kalo udah tau konsep ini, penampang apa pun bisa kita cari momen inersianya..
Penting nggak? Ya penting lah.. soalnya tidak mustahil dalam desain maupun analisis elemen struktur, kita akan menemukan bentuk penampang yang tidak lazim… misalnya profil baja yang ukurannya tidak ada di dalam tabel. :) []

Formula nenek moyang dari momen inersia terhadap sumbu x adalah:

Kalo untuk sumbu y, yaa tinggal ditukar aja.. y menjadi x, x menjadi y.. gitu aja kok repot. :)

Bentuk Persegi

Persegi di atas berukuran






Jika kita kumpulkan semua elemen





Karena




Sekarang, tinggal menentukan batas atas dan batas bawah dari




Kalau diselesaikan,

![I_x \quad = b \bigg[ (\dfrac{h/2}{3})^3 - (\dfrac{-h/2}{3})^3 \bigg] I_x \quad = b \bigg[ (\dfrac{h/2}{3})^3 - (\dfrac{-h/2}{3})^3 \bigg]](http://duniatekniksipil.web.id/wp-content/plugins/easy-latex/cache/tex_d3fd18097a811d2c19c77e02aaf5af98.png)


Wow.. itu kan rumus tutup mata yang tadi udah digosipkan di atas!!
Bagaimana Dengan Momen Inersia Terhadap Bukan Sumbu Netral?
Pertanyaan bagus!! (!?.. yang nanya siapa.. yang jawab siapa…)

Misalnya, pada gambar di atas, kita mau menentukan
Kembali lagi ke rumus nemoy (nenek moyank)…



Stop dulu… (hening)
Kalo diperhatikan… batas bawah dan batas atas integralnya… berbeda..!.


Hohoho… ternyata nilainya lebih besar daripada

Coba kita geser lebuh jauh lagi ke atas. Lihat gambar di bawah.

Mulai dari rumus dasar:

Trus… catat: batas bawah =


![\begin{array}{rl} I_x &= \int_{y_o}^{y_o+h} by^2 \, dy\\ \\ &= b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{y_o}^{y_o+h} \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \cdot \big[ (y_o + h)^3 - y_o^3 \big] \\ \\ &= \dfrac{b}{3} (y_o^3 + 3y_o^2h + 3y_oh^2 + h^3 - y_o^3) \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \big[3y_oh (y_o + h) + h^3 \big] \\ \\ I_x &= \dfrac{bh^3}{3} + by_oh(y_o+h) \end{array} \begin{array}{rl} I_x &= \int_{y_o}^{y_o+h} by^2 \, dy\\ \\ &= b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{y_o}^{y_o+h} \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \cdot \big[ (y_o + h)^3 - y_o^3 \big] \\ \\ &= \dfrac{b}{3} (y_o^3 + 3y_o^2h + 3y_oh^2 + h^3 - y_o^3) \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \big[3y_oh (y_o + h) + h^3 \big] \\ \\ I_x &= \dfrac{bh^3}{3} + by_oh(y_o+h) \end{array}](http://duniatekniksipil.web.id/wp-content/plugins/easy-latex/cache/tex_4114586fc707965cad119ebb2850e5dd.png)
Hmm.. dimodif dikit boleh nggak?… Kita mau paksain ke bentuk nenek moyang..



Nah… udah kelihatan.



Secara umum bisa dituliskan:

dimana,




Catatan : untuk tinjauan sumbu-y… tinggal ditukar aja kok.. x jadi y, y jadi x.. :)
Udah ah… ntar disambung lagi.. yang penting kalo udah tau konsep ini, penampang apa pun bisa kita cari momen inersianya..
Penting nggak? Ya penting lah.. soalnya tidak mustahil dalam desain maupun analisis elemen struktur, kita akan menemukan bentuk penampang yang tidak lazim… misalnya profil baja yang ukurannya tidak ada di dalam tabel. :) []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar